Raditya Dika, Sang Fenomenal

Raditya-Dika
Raditya Dika via news.hargatop.com

Hey hey hey, halo friends.. Selamat malam.. hari ini bulan Ramadhan sudah menginjak di hari yang ke 5, gimana puasa kalian? Lancar kan ya? Hehe.. Oke kali ini aku akan bahas mengenai seseorang yang sudah nggak asing lagi. Dia muncul di mana-mana, bahkan di bungkus nasi (serius nih). Raditya Dika.

Oke deh mungkin di antara kalian ada yang belum pernah denger siapa Raditya Dika. Dia adalah seorang penulis. Memang basicnya sebagai penulis, namun sekarang sudah merambah hal lain. Di antaranya: sutradara, aktor, comica (stand up komedian), dan bintang iklan. Inilah alasanku membuat judul di atas.

Karya-karya Raditya Dika sudah sangat banyak. Bahkan ada yang bilang dia itu monster. Hehe. Bukan monster yang di film Ultraman itu loh, melainkan monster dalam dunia seni. Dia telah membuat banyak buku, skenario film, video komedi, dan materi stand up comedy. Prestasinya pun banyak sekali.

Karir Raditya Dika

Awal karir Radit (sapaan akrab Raditya Dika) bermula ketika ia menulis kisah hariannya di blog pribadi, kambingjantan.com (sekarang sudah berubah jadi radityadika.com). Selama hidupnya, Radit banyak menemui kejadian-kejadian konyol dan menggelikan. Bahkan kejadian biasa saja pun bisa ia rubah jadi cerita komedi.

Setelah membuat beberapa artikel di blog, Radit merasa hal itu bisa membuat teman-teman kuliahnya saat itu tertarik. Akhirnya Radit meminta teman-teman kuliahnya untuk membaca tulisan humor di blognya. Cukup banyak yang terhibur, perlahan tapi pasti pembaca blognya semakin bertambah.

Hingga pada suatu masa Radit berhasil meraih Indonesian Blog Award atas pengaruh blog humornya itu di kalangan muda mudi. Kisah-kisah kekonyolan dalam hidupnya berhasil menyenangkan hati banyak orang. Satu pencapaian yang tidak disangka-sangkanya.

Atas dasar pencapaian itulah Radit memberanikan diri untuk membukukan tulisan-tulisan di blognya. Namun banyak sekali kendala yang ia temukan. Begitu banyak penerbit yang menolak naskah Radit karena genrenya sangat baru. Hingga pada akhirnya ada satu penerbit yang mau menerima naskahnya, yakni Gagas Media.

kambing-jantan
Buku Kambing Jantan via radityadika.com

Tak sia-sia Radit melakukan presentasi ke Gagas Media sehingga buku pertamanya “Kambing Jantan” berhasil diterbitkan tahun 2005. Namun tidak mudah, kendala lain muncul. Radit menemui kenyataan di mana bukunya hanya sedikit yang mau membeli.

Ini ranah yang belum pernah dijamahnya sama sekali. Dia masih sangat baru dalam membuat karya dalam bentuk buku. Akhirnya dengan segala cara Radit turut serta memasarkan bukunya, baik melalui social media maupun offline, dengan dibantu ibunya.

Atas kerja kerasnya, pembaca buku Kambing Jantan bertambah dan bertambah hingga sampai di satu titik buku itu meraih predikat Best Seller. Fantastis! Kepopuleran pun mulai hinggap pada diri Radit. Dan ia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Karya Raditya Dika

Radit tidak lantas berpangku tangan dan santai-santai atas pencapaian Kambing Jantan. Gairahnya dalam menulis buku humor tak berhenti sampai di sini. Radit terus menulis hingga buku-buku selanjutnya berhasil terbit:

  • buku kedua “Cinta Brontosaurus” tahun 2006
  • buku ketiga “Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa” tahun 2007
  • buku keempat “Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang” tahun 2008
  • buku kelima “Marmut Merah Jambu” tahun 2010
  • buku keenam “Manusia Setengah Salmon” tahun 2011
  • buku ketujuh “Koala Kumal” tahun 2015

Radit benar-benar seorang penulis yang sangat produktif. Kalau saya bilang, Radit adalah seorang seniman yang nggak ada habisnya. Setiap berhasil menyelesaikan suatu karya, dia terus membuat karya-karya yang baru. Tak pernah melewatkan kesempatan.

Selain buku, dia membuat video komedi “Malam Minggu Miko”, “Diary Komedian”, dan VLOG di YouTube. Viewer dan follower YouTube-nya pun meningkat pesat. Efeknya, Raditya Dika memiliki lonjakan jumlah follower Twitter (13,7 juta) dan Instagram (3,1 juta). Tak ada yang bisa membendung kepopulerannya. Mantap!

Film Raditya Dika

Pencapaian itu menginspirasi Radit untuk memfilmkan buku-bukunya. Ada 5 buku yang berhasil difilmkan, yakni Kambing Jantan (2009), Cinta Brontosaurus (2013), Manusia Setengah Salmon (2013), Marmut Merah Jambu (2014), dan Koala Kumal (2016). Selain itu Radit membuat 3 film lain yang juga bergenre komedi, yaitu Cinta Dalam Kardus (2013), Malam Minggu Miko The Movie (2014), dan Single (2015).

stand-up-comedy
Stand Up Comedy Show via suc.metrotvnews.com

Tak hanya itu, karya Radit selanjutnya adalah mendirikan komunitas Stand Up Comedy bersama teman-temannya. Atas keberhasilannya selama ini di dunia hiburan, dia mendapatkan kompensasinya. Harta berupa rumah, mobil, dan lainnya telah ia miliki, hanya istri saja yang belum. Hehe. Cepetan nikah dong, Bang! ๐Ÿ˜€

Sungguh inspiratif orang ini. Karya-karyanya telah mewarnai jagad hiburan tanah air. Raditnya Dika. Sosok yang tak perlu diragukan lagi kesuksesannya. Dia sangat layak mendapatkan pengakuan sebagai seorang seniman kelas atas. Yuk kita hasilkan juga karya-karya di bidang yang kita geluti ๐Ÿ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s