Social Media=Anti Sosial?

anti-sosial

Beberapa waktu lalu ketika sedang berkumpul bersama teman-teman di sebuah kafe, saya memperhatikan ternyata banyak juga pemuda pemudi yang melakukan kebiasaan unik. Namun perlu digarisbawahi, kata unik di sini mengandung pengertian negatif.

Keunikan yang saya maksud adalah kebiasaan bermain media sosial (social media/socmed) ketika mereka berkumpul. Menurut saya, kebiasaan seperti itu justru akan mengganggu komunikasi mereka secara langsung.

Jika diteruskan makan akan menimbulkan adanya gap antara ‘penggiat’ socmed dengan yang tidak. Ketika mereka saling bercengkrama mengobrol dengan santai, justru ada yang sedang asyik dengan gadgetnya memainkan media sosial sehingga pendengarannya tidak fokus pada teman yang sedang berbicara.

social-media

Saya yang memperhatikan hal itu benar-benar merasa bahwa itu hal yang tidak bisa dibiarkan terjadi terus menerus. Dunia nyata jauh lebih penting daripada dunia maya! Saya kira akan sangat disayangkan ketika informasi yang disampaikan secara langsung oleh teman yang sedang berbagi ceritanya tidak bisa ditangkap dengan baik.

Apalagi penyebabnya hanyalah media sosial semacam twitter, path, instagram, ataupun facebook. Boleh saja dan tidak masalah mereka memainkan socmed yang sedang populer di kalangan masyarakat. Tapi tidak seharusnya aktivitas maya mereka mengganggu aktivitas nyata.

Kesannya terasa seolah mereka tidak menghargai teman yang sedang berbicara. Padahal selain informasi yang disampaikan menjadi tidak dapat ditangkap dengan baik, teman yang sedang bercerita ini butuh juga untuk didengarkan.

Full length of young men and women holding cellphone

Memang benar, ternyata salah satu dampak negatif dari gadget adalah bisa mengubah seseorang menjadi anti sosial. Karena memang komunikasi tatap muka merupakan bagian penting kehidupan sosial nyata.

Kejadian tadi sangat kontras dengan cara saya dan teman-teman ketika sedang berkumpul bersama. Kami sengaja meletakkan HP maupun gadget kami ke dalam salah satu tas yang kami bawa. Semua harus mematuhinya, karena memang itulah aturan yang harus dipatuhi setiap kami berkumpul.

Tidak boleh ada yang memainkan gadget ketika kami sedang bercengkrama satu sama lain. Ternyata efeknya luarbiasa! Kami jadi lebih dekat secara batin dan saling bisa menangkap maksud pembicaraan kami lengkap dengan canda tawa bersama.

anti-sosial3

Seperti itulah kehidupan sosial yang indah. Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari teman-teman saya. Silakan kamu coba saja cara kami ini. Saya yakin akan terjadi perubahan signifikan dan peningkatan kualitas pertemuan dengan teman-teman.

Mari kita semua menghargai pertemuan bersama orang lain. Karena tatap muka adalah cara terbaik untuk bisa melestarikan komunikasi sosial dalam kehidupan nyata. Dengan begitu, semoga persaudaraanmu dengan teman-teman semakin erat.

Jadi, pastikanlah pernyataan “Social Media=Anti Sosial” ini salah. Siap?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s