Nasibmu Setelah MEA?

masyarakat-ekonomi-asean

Pagi ini saya dikejutkan oleh pesan WhatsApp dari seorang kenalan yang berasal dari Malaysia. Pesan tersebut mengenai MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Artikel ini khusus saya buat sebagai alarm bagi diri saya sendiri maupun teman pembaca yang kondisinya masih prihatin dalam menatap masa depan.

Masyarakat ASEAN sekarang sudah tidak memiliki batasan untuk saling bekerja di negara satu sama lain. Bahkan ada beberapa fakta mengejutkan yang saya kutip dari pesan orang Malaysia tadi, antara lain:

  • 1.000 warga Filipina sejak Oktober 2015 telah mengikuti kursus Bahasa Indonesia dan pada Maret 2016 akan diberi pelatihan tentang penggunaan GPRS serta belajar Kebudayaan Indonesia untuk disiapkan menjadi SOPIR TAKSI di Indonesia.
  • Ratusan pebisnis dari Thailand telah mengikuti kursus kilat bahasa Jawa untuk bisa masuk berbisnis di Jawa tanpa perantara.
  • Di Vietnam, ribuan guru sedang melaksanakan kursus Bahasa Indonesia agar bisa membuka les privat Bahasa Inggris dan Mandarin di Indonesia.
  • Ratusan Konsultan Keuangan dan Akuntan di Singapura yang tidak terserap lapangan pekerjaan di Singapura sedang belajar khusus Budaya Jawa, Bali, dan NTB untuk bisa mendirikan Lembaga Konsultan Keuangan pada wilayah tersebut.
  • Ribuan warga Myanmar mulai Februari 2016 membuka pelatihan montir kendaraan bermotor dan servis HP untuk penempatan di Indonesia

mea2

Jika informasi tersebut benar, berarti ini bisa menjadi sebuah ancaman bagi kita baik yang belum bekerja atau yang sudah bekerja. Bagaimana nasibmu dan nasibku? Tapi perlu saya garis bawahi di sini, bahwa ancaman yang dimaksud adalah sebagai penggerak semangat kita untuk mengembangkan diri agar menang dalam persaingan.

Dengan kondisi Indonesia sebelum MEA saja masih banyak pengangguran, di tambah orang-orang yang terkena PHK karena perusahaan tempatnya bekerja mengalami penurunan performa. Dengan masuknya banyak warga orang luar negeri yang tergabung di ASEAN ke Indonesia, maka akan semakin memperketat persaingan kerja.

Ini menandakan kita harus segera berbenah dan meningkatkan kualitas pribadi agar layak untuk mendapatkan porsi dalam dunia kerja. Tidak hanya peluang sebagai pegawai yang perlu kita kejar, namun peluang untuk berwirausaha juga. Dengan semakin banyaknya warga luar negeri yang menetap di Indonesia, maka semakin meningkat pula penduduk yang tinggal di negeri ini.

mea

Semakin banyak yang tinggal di sini, berarti semakin besar calon konsumen yang akan menggunakan produk atau jasa dari bisnis yang akan kita bangun nantinya. Namun, banyak jalan menuju Roma. Banyak peluang yang bisa kita ambil atau ciptakan. Yang terpenting tetap tenangkan pikiranmu sambil terus mengembangkan skill dan pengetahuan diri.

Galilah terus peluang-peluang yang ada dengan terus memutar otak. Insyaallah, sebanyak apapun pesaing, Anda tetap bisa menang jika itu memang LAYAK. Mari terus mengembangkan diri dan terus optimis disertai doa yang terus menerus agar impian dan nasib baikmu dapat diraih meski persaingan di depan semakin menantang. Sukses untuk kita semua!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s